بيت الزكاة الإندونيسى
محافظة كلمنتان الشرقية
 

Manfaat Ilmiah Memelihara Jenggot

Admin   24 Desember 2017   Artikel   568 kali dilihat

Manfaat Ilmiah Memelihara Jenggot

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)

 

Memelihara jenggot bagi kaum pria merupakan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW yang mulai ditinggalkan oleh umat Islam, amalan ini kerap dianggap aneh oleh sebagian kalangan dan membuat orang tidak merasa tidak nyaman, padahal memlihara jenggot tidak hanya umat Islam yang mengamalkannya bahkan mereka non Islam seperti Charles Darwin, Louis Pastar, Abraham Limcon bahkan Yesus pun berjenggot. Para peneliti menemukan bahwa memelihara jenggot bukan hanya sekedar perintah dari hukum agama, namun bermanfaat bagi kesehatan diantaranya :

Melindungi Wajah Dari Sinar Matahari

Wajah yang ditumbuhi jenggot ternyata terlindungi dari sinar matahari. Hasil penelitian terbaru yang dilakukan di University of Southern Queensland dan dipublikasikan di jurnal Radiation Protection Dosimetry, jenggot bisa menghalangi 90 – 95 persen sinar UV dari matahari. Ini akan memperlambat proses penuaan kulit da menurunkan risiko kanker kulit. Semakin tebal jenggot di wajah pria, semakin tinggi juga tingkat perlindungannya.

Mencegah Serangan Asma

Jenggot bisa menjadi penyaring dan mencegah gejala asma serta alergi datang. Gejala asma biasanya dipicu oleh serbuk dan debu yang ditemukan di rambut wajah atau lebih spesifik adalah sebuah cambang besar dan jika tertahan di cambang, hal itu bisa menurunkan gejala asma yang mungkin terjadi.

Membantu Melawan Batuk

Jenggot yang tebal yang tumbuh di bawah dagu dan leher akan meningkatkan temperatur di leher dan membantu melawan pilek, ungkap Carol Walker. “Rambut adalah insulator yang menjaga Anda tetap hangat. Jenggot yang panjang dan penuh bisa menahan udara dingin dan meningkatkan temperatur di sekitar leher yang menjadikannya bonus tambahan ketika di udara dingin," 

Mencegah Kulit Kemerahan Dan Infeksi

Tidak mencukur jenggot berarti tidak ada ruam kemerahan. Mencukur jenggot biasanya penyebab utama infeksi bakteri di sekitar jenggot, ungkap Dr. Martin Wade, konsultan dermatologis di London Skin and Hair Clinic. “Hal ini bisa menyebabkan kemerahan akibat pisau cukur, rambut yang tidak tumbuh dan kondisi seperti folliculitis, jadi pria mendapatkan keuntungan dari memelihara jenggot," ujarnya.

Mencegah Kanker Kulit

Matahari memiliki kandungan ultraviolet yang dapat membahayakan kesehatan kulit dan rentan terkena kanker kulit. Jika Anda menumbuhkan jenggot, sebagian wajah Anda akan tertutupi, sehingga akan menguragi risiko kangker kulit secara signifikan.

Mencegah Jerawat

Jenggot yang tumbuh disekitar area dapat melindungi kelenjar sebaceous dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri jerawat membandel. Oleh sebab itu jenggot dapat mencegah jerawat.

Menurut Terry J. Dubrow and Brenda D. Adderly dalam bukunya The Acne Cure menyatakan, mencukur jenggot dapat mengakibatkan munculnya jerawat, dan dapat menimbulkan infeksi kulit.

Mencegah Penyakit Tenggorokan Dan Gusi.

Jenggot dapat membantu menjaga bakteri di udara yang keluar dari mulut, sehingga membantu melindungi tenggorokan. Efektivitas jenggot telah didokumentasikan atau diteliti sejak tahun 1875 oleh Dr. Addison P. Dutcher dalam bukunya Pulmonary Tuberculosis: Its Pathology, Nature, Symptoms, Diagnosis, Prognosis, Causes, Hygiene, and Medical Treatment. Yang intinya dalam penelitian beliau, orang yang memiliki penyakit tenggorokan, gusi bahkan penyakit pernapasan (paru-paru, asma) dapat disembuhkan secara permanen dengan mengenakan jenggot.

Memperlambat Penuaan

Jenggot secara penampilan dapat membuat wajah lebih tua, tetapi siapa sangka jenggot pada kenyataan dapat menghindari penuaan kulit, jenggot dapat membantu mengurangi gejala penuaan dan membuat wajah tetap lembab. (*fhn/rif)